Kisah Meranti di Gunung Dahu

Sekilas terdengar nama Meranti adalah seorang perempuan cantik, hidup dan tinggal di suatu pelosok desa. Namun bukan itu yang diceritakan. Nama Meranti di sini adalah sebuah nama jenis pohon yang menjadi idola atau favorit hasil kayunya di luar Jawa. Bisa dibilang kualitas kayu Meranti hampir sama dengan kualitas kayu Jati yang banyak ditemui di perusahaan-perusahaan pembuat furniture dan meubel di Jawa.

Melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Meranti diuji cobakan untuk ditanam di Daerah Gunung Dahu. Keberhasilan pertumbuhan selain untuk penelitian, tanaman jenis Meranti ini berhasil merehabilitasi hutan dan lahan dengan prosentase hidup baik. Tiga jenis Meranti yaitu Shorea platycados, Shorea leprosula, Shorea selanica merupakan jenis yang dapat tumbuh subur di daerah tersebut.

Sekumpulan Meranti telah hidup selama 20 tahun. Meranti telah memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat sekitar. Selain mencegah longsor, sekumpulan Meranti ini telah mendukung kebutuhan air walaupun di musim kemarau. Ketersediaan air dapat tersimpan dengan baik karena adanya hutan Meranti yang berada di Gunung Dahu, Desa Pabangbon, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tanggal 22 Mei 2018, Direktur Konservasi Tanah dan Air (KTA) Ditjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) KLHK, Muhammad Firman pada kesempatan tersebut turut mengapresiasi keberhasilan tumbuh kembangnya Meranti. Beliau juga memberikan keterangan bahwa umumnya hutan Meranti masih dalam kondisi alam, kira-kira 25 tahun lalu merupakan obyek untuk ditebang. Hari ini kita semua melihat success story Meranti yang pada dasarnya bukan hidup di habitatnya.

Selain menceritakan keberhasilan hidup Meranti, M. Firman mengajak seluruh masyarakat untuk menanam 25 pohon selama seumur hidup. Beliau juga menyarankan menanam jenis Meranti, karena komoditas permintaan jenis Meranti cukup tinggi. Meskipun saat ini masyarakat masih menyukai bibit jenis buah, seperti durian, lengkeng, rambutan dan lain-lain. “Jika kayunya tidak dapat ditebang, buahnya masih dapat dipetik” ujar Direktur KTA.

Namun pada dasarnya sama saja. “Jika kita tidak membeda-bedakan dalam hal menanam, maka nantinya yang kita tuai merupakan hasil hutan baik kayu, non kayu dan jasa lingkungan” lanjutnya. Kalimat tersebut mengakhiri wawancara beliau di lapangan. Semoga kisah inspiratif “Meranti” ini dapat menggugah masyarakat betapa pentingnya menghijaukan bumi ini.

Hijaukan Lahan Pasca Tambang di Provinsi Bangka Belitung

Lahan pasca tambang di Provinsi Bangka Belitung sangat luas mencapai lebih 200.000 ha, perlu adanya usaha keras untuk  perbaikan tersebut. Rehabilitasi lahan merupakan upaya yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) khususnya pada Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai (PDASHL) untuk menghijaukan kembali lahan pasca tambang tersebut.

Lahan pasca tambang mempunyai karakteristik yang berbeda dari lahan kritis di Indonesia. Karakteristik lahan pasca tambang (khususnya tambang timah) yaitu :

1. Lahan pasca tambang umumnya asam sampai sangat asam pH dari 3,7 -5,6 miskin unsur hara dan miskin bahan organik.

2. Umumnya hamparan pasir luas, susah aksesnya, suhu lingkungan panas berkisar antara 350 C – 470 C pada kondisi normal kemarau bisa mencapai 450 C – 550 C.

3. Daerah pasca tambang susah tenaga kerja dan umumnya mahal. Tindakan teknis penanganannya harus mempertimbangkan sumber daya yang ada di tempat, yang penting “mudah dilaksanakan” oleh masyarakat setempat.

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Baturusa Cerucuk di Daerah Bangka Belitung terus melakukan upaya memperbaiki lahan pasca tambang. Teknik yang digunakan menggunakan Teknik Sederhana Industri Rumah Tangga Kompos Reklamasi. Teknik sederhana ini teknik yang mudah dikembangkan bagi masyarakat setempat dan mudah dilaksanakan.

Tiga hal minimal yang harus dikuasai saat menanam pada lahan pasca tambang, yaitu Media, Bibit, dan Pemeliharaan Fase Pertumbuhan.

1. Media kompos cetak merupakan media alternatif bagi kondisi lahan pasca tambang, agar memudahkan dibawa oleh pekerja dan menyediakan bahan organik relatif sama setiap lubang tanam.

2. Bibit yang dipilih jenis fast growing. Lokasi pembuatan bibit (persemaian) yang dipilih harus dekat dengan sumber air, tanahnya datar dan mudah dicapai serta mendapat cahaya matahari penuh. Kondisi ekologisnya mendekati calon areal penanaman.

3. Pemeliharaan dibagi menjadi 3 fase pertumbuhan :

a.    Fase Bertahan Hidup (umur 1 -2 tahun)

Yaitu fase adaptasi bibit pada kondisi ekstrim pasca tambang sampai umur 2 tahun. Media tablet yang memiliki unsur hara tinggi dipendam di lubang tanam.

b.    Fase Kualitas Hidup (umur 2 -4 tahun)

Pemeliharaan mulai intensif, tambahan nutrisi kompos 10 kg/pohon dan NPK tablet komposisi 10:20:15

c.    Fase Kualitas Hidup (umur diatas 4 tahun)

Perlu penambahan kompos 10 kg/pohon dan NPK tablet buah, dengan komposisi sama 10:20:15. Unsur P disini paling tinggi supaya merangsang pertumbuhan akar dan menambah daya tahan tanaman terhadap serangan hama penyakit.

Semoga dengan usaha keras dan penanaman dengan teknik tersebut, penghijauan di daerah lahan pasca tambang akan membuahkan hasil yang diinginkan. Rehabilitasi lahan yang merupakan tugas dan fungsi Ditjen PDASHL KLHK terus digerakkan dengan niat tulus dan kerja keras demi menghijaukan bumi ini.

 

Informasi      : BPDASHL Baturusa Cerucuk

Editing         : Ditjen PDASHL KLHK

 

Makmurkan Rakyat dan Lestarikan Alam Gunungkidul

Lima bulan yang lalu di Gunungkidul tepat pada tanggal 9 Desember 2017 lalu Presiden RI Bapak Ir. Joko Widodo menghadiri Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional (HMPI dan BMN) yang dilaksanakan tiap tahun pada tanggal 28 November.

Pada kesempatan tersebut Presiden RI Bapak Ir. Joko Widodo, Menteri Lingkungan Hidup dan KehutananDr. Siti Nurbaya, para Menteri Pada Kabinet Kerja, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta warga dan petani sekitar Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, DIY melakukan penanaman pohon serentak sebanyak 45.000 bibit di 5 bukit  seluas 15 Ha di desa Karangasem.

11 Mei 2018, Tim Data dan Informasi Ditjen PDASHL berkunjung ke Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, DIY untuk melakukan peninjauan tanaman HMPI tahun 2017. Kegiatan yang bertemakan “Kerja Bersama : Makmurkan Rakyat, Lestarikan Alam” tersebut menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal tesebut dapat dibuktikan dengan tumbuhnya tanaman-tanaman jati yang ditanam saat itu.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dukuh Desa Karangasem, Joko Sarjono juga  mengatakan bahwa keberhasilan ini selain adanya hujan di daerah Gunungkidul, masyarakat turut serta merawat tanaman – tanaman tersebut.

Harapan kita semua kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat seiring dengan peningkatan produktivitas hutan dan lahan serta terpeliharanya kelestarian alam.

Alumni Michigan State University Turut Hijaukan Indonesia

Reuni Alumni Michigan State University (MSU) merupakan kegiatan yang rutin tiap tahun diadakan. Tepat di tahun 2018 kali ini diadakan di Indonesia dan terpilih Kota “Gudeg” Yogyakarta dengan tema “Engage 2018 International Alumni Reunion”. Kegiatan berlangsung tanggal 11 s/d 13 Mei 2018 ini bertujuan mengumpulkan para alumni untuk bertukar pikiran, serta menikmati perjalanan wisata di Yogyakarta dan sekitarnya.

Istimewanya reuni kali ini, selain diisi dengan agenda acara tukar pikiran dan wisata, terdapat acara penanaman pohon  bersama masyarakat di Wanagama. Pada kesempatan tersebut seluruh peserta diberi kesempatan untuk menanam pohon, dengan pengelompokan alumni per negara. Setidaknya terdapat beberapa negara dari para alumni yang mengikuti acara tersebut, antara lain Indonesia, Amerika, Cina, india, Malaysia dan Singapura.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) Kementerian LHK, Ida Bagus Putera Parthama, Ph.D sekaligus menjabat sebagai Presiden Alumni MSU turut melakukan penanaman bibit pohon dengan jenis jati, serta memberikan sedikit informasi terkait penanaman kepada seluruh anggota alumni. Dirjen PDASHL KLHK tersebut juga ikut meresmikan Spartan Block, blok milik “Spartan” Alumni Michigan State University yang terdapat di Hutan Pendidikan Wanagama milik Universitas Gajah Mada.

Harapan kita semua, dengan adanya penanaman pohon dapat memberikan manfaat yang besar dari segi ekologi, sosial dan ekonomi bagi alam dan seisinya, khususnya bagi masyarakat sekitar yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan lahan tersebut.

Melalui APRS ke-3, Dunia Apresiasi Pengelolaan Hutan di Indonesia

Konferensi Tingkat Tinggi Hutan Tropis Asia Pasifik ke-3 atau 3rd Asia Pasific Rainforest Summit (APRS) merupakan suatu pertemuan yang diselenggarakan yang memberikan kesempatan bagi Negara-negara di seluruh wilayah untuk memamerkan karya mereka tentang konservasi hutan dan menunjukkan kemajuan mereka pada implementasi Perjanjian Perubahan Iklim di Paris.

APRS ke-3 dibuka oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Wakil Gubernur Yogyakarta KGPAA Pakualam X, Menteri Lingkungan Hidup dan Energi Australia Josh Frydenberg di Alana Hotel Di Yogyakarta. Acara ini akan berlangsung selama 3 hari pada tanggal 23-25 April 2018.

Menteri Lingkungan Hidup dan Energi Autralia memberikan sambutan serta memuji kinerja Indonesia dalam menjaga hutan. “Indonesia telah melakukan perkerjaan terbaik, membawa negara-negara satu kawasan untuk menjaga hutan menjalankan perjanjian Paris dengan penuh komitmen”, kata Menteri Lingkungan Hidup dan Energi Australia. Pernyataan tersebut dibuktikan dalam 3 tahun terakhir, yaitu Indonesia berhasil mengurangi deforestasi dari 1,09 juta Ha tahun 2015 menjadi 0,61 juta Ha pada tahun 2016 serta pada tahun 2017 laju deforestasi  berkurang menjadi 0,479 juta Ha.

Menteri LHK mengatakan APRS ini akan membahas 7 topik : 1. Hutan di NDC; 2. Restorasi dan Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan; 3. Mangrove dan Blue Carbon;  4. Perhutanan Sosial; 5. Ekowisata dan Konservasi Keanekaragaman Hayati; 6. Hutan Produksi; 7. Keuangan Hutan, Investasi dan Perdagangan. Semua topic tersebut diringkas menjadi satu tema besar yaitu “Melindungi Hutan dan Masyarakat, Mendukung Pertumbuhan Ekonomi”.  Pembahasan dalam kegiatan ini bertujuan menjaga keberadaan hutan tropis dan pemanfaatan berkelanjutan untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

SEMANGAT BARU DITJEN PDASHL

2 April 2018, Tiga pimpinan tinggi madya  (eselon 1 ) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dilantik pagi tadi di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta.  Menteri LHK melantik pejabat yang mempunyai posisi penting dan kunci sehingga diproses secara pola mutasi sesuai dengan peraturan pemerintah.

Pada kesempatan tersebut, Menteri LHK melantik Dr. Ir. Ilyas Asaad, MP, MH sebagai Inspektur Jenderal KLHK yang sebelumnya beliau menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah.

Kedua pimpinan tinggi madya (eselon 1) berikutnya, masing-masing pejabat ini dilantik bertukar tempat atau menjabat dari posisi sebelumnya. Menteri LHK melantik Dr. Ir. Ida Bagus Putera Prathama, M.Sc sebagai Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) serta Dr. Ir. Hilman Nugroho, MP sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL).

Dr. Ir. Hilman Nugroho, MP merupakan sosok pemimpin tegas, disiplin, khas bicara “medhok” jawa bagi orang yang disekitarnya. Beliau menjabat sebagai Dirjen BPDASPS/ PDASHL + 5 tahun 7 bulan 25 hari (th 2012 – 2018). Waktu yang tidak sebentar bagi pemimpin kelahiran Jepara membimbing karyawan/karyawati lingkup Ditjen PDASHL. Terobosan dan prestasi untuk Negara khususnya Kementerian LHK sangat diapresiasi oleh Menteri LHK maupun Presiden RI.

Saat ini tongkat estafet kepemimpinan Ditjen PDASHL berpindah tangan ke Dr. Ir. Ida Bagus Putera Prathama, M.Sc. Terhitung tanggal 2 April 2018, pemimpin baru dengan semangat baru dimulai. Semoga di bawah kepemimpinan beliau, Ditjen PDASHL dapat memberikan konstribusi besar bagi Negara khususnya Kementerian LHK dalam memenuhi pembangunan sesuai visi misi Presiden RI.

Galeri Video

Galery Foto

Sky Bet by bettingy.com

Kalendar

May 2018
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

LOGIN